"Rasa semakin tua, semakin kenal dengan dunia, ia mulai menunjukkan dirinya yang sebenarnya pada gadis muda sepertiku"- Setauku usia adalah angka, namun juga parameter. Tahun ini usiaku baru dua-puluh. Tidak. Sembilan belas tahun lebih sepuluh bulan. Cukup tua bukan? Namun rasanya tak manis, mulai pahit. Semakin merasa sedikit lebih dewasa namun disisi lain sifat kekanakan dan kelabilan yang lebih parah dari sebelumnya. Sifat keras kepalaku, sifat menjengkelkan, sarkatismeku, naik turun mood dan berbagai sifat lain yang muncul dan pergi kemudian muncul kembali. Benar, pemikiran memang mulai dewasa, namun sifatku benar-benar tidak bisa dikatakan dewasa. Sifat keras kepalaku. Egoisme, Defensif yang tinggi, dan sifat lain yang terlalu banyak jika harus disebutkan ataupun diklasifikasikan tentang perubahan mood drastis. Sifatku yang tak pernah kumunculkan dalam permukaan, kini mengibar-ngibar diantara teman-temanku. Sifat menjengkelkanku dan berbagai sifat yang tidak la...
Lanjutan dari yang Part 1, ceritanya kagak ada yang aku edit dari pertama kali membuatnya, jadi bahasanya masih polos bocah pada zaman itu dan gak aneh-aneh:') Chapther 3 Dasar, Orang Aneh! Sesampainya dirumah, aku membuka pintu dan mengucapkan salam, “assalamu’alaikum”kataku setiap masuk rumah. “waalaikumsalam warohmah” jawab kakakku dengan tangan di dada. Aku pun bergegas masuk ke kamar dan mengganti pakaianku. Aku menggunakan kaos oblong hitam bergambar panda dengan celana se-lutut berwarna putih dengan garis merah beriringan. Seperti biasa, aku mengikat rambutku dengan pita merah dari tanteku. Aku mengambil radio dan menyalakannya, aku memutar chanelnya untuk mencari lagu yang bisa ku dengar. Aku pun mendengarkan lagu realigi dari opick yang bertema kematian. Aku pun merenung. Entah mengapa aku selalu kepikiran tentang bagaimana akhir hidupku, aku memikirkan dosa ku. Aku menangis, mengingat perbuatan yang sebenarnya aku tau itu salah, tapi tetap saja aku lakukan. Aku...