Langsung ke konten utama

HUJAN DI GENTENG

Hari ini hujan. Deras sekali. Seperti sebuah kisah yang akan ku ceritakan. Apakah ada hubungannya dengan hujan? Entahlah, aku hanya mencoba mengambil awalan dari hujan. Katanya sih keren kece, namun tak berarti apa-apa. Ini bermula dari cerita seorang jomblo yang ehm maaf solo karir maksudnya yang nggegalauin hujan di sore hari, malamnya menatap lekat pada bulan yang istilah kerennya talking to the moon traii to get to yuuu.
 Ia merenungi nasibnya yang sebenarnya bahagia, namun ia tidak menyadarinya. “formu , ngapain nglamun di atas genteng kayak gitu? Pantes aja tetangga sebelah protes ketimpal genteng pecah. Cepet turun!” kata si Emak dengan suara menggelegar area nusantara dan sekitar. “iye mak, ini mau turun”jawab formu yang sebel tuju keliling gagal nyari cewek di genteng. Siapa juga cewek yang nasang di genteng malem-malem gini kalau bukan.... sudah tau jawabannya? JANGAN DISEBUTIN. Esoknya formu ketemu seorang perempuan cantik sekali waktu ngliat dari genteng. Kabar konon kabar sosok itu bernama ula. Perempuan cantik dengan rambut selutut punggung. Lututnya punggung maksudnya. Panjang bener. Cantik aduhai. “cewek, cantik amat!”seru formu buat ula sambil senyum gigi separo. Tapi mendengar seruan tersebut ula lari sekenceng-kencengnya karena ada suara tanpa rupa. Ia menggidik ngeri. Formu lupa kalau ia diatas genteng dan mengumpat dirinya yang kelewat seneng di genteng. Detik demi detik, hari demi hari formu terus menggagumi ula. Sampai hari berikutnya ia berkata pada sahabatnya “bro, deketin aku sama ula dong!”. “lo suka sama ula ya?” jawab brodo dengan wajah cuek paling nggegemesin minta di jambak. “iya, tapi aku kan pemalu. Nggak brani ngomong sama ula yang cantiknya kelewatan. Tolongin aku dong!”jawab formu dengan wajah memelas. “iya, gampang. Nanti gue buatin surat buat koe!”kata brodo. “kok buat aku? Aku sukanya sama Ula brodo!”. “masak gua harus jelasin sih? Gue buat surat dari koe buat si ula form!”timpal brodo yang selalu kesal ngejelasin. Formu emang minta di tabok. Esoknya brodo udah buat surat cinta paling romantis nyontek undangan kawinan. Tapi ia juga yang harus ngenterin ke ula karna formu malu. Ula balas suratnya, tapi brodo juga yang harus balas karena formu gak berani nulis buat ula. “kenapa harus gua juga yang ajak obrol ula?”kata brodo yang di suruh formu buat ajakin ula ngobrol depan rumah formu dan formu ngliatin ula dari genteng. “ayolah, aku kan pemalu. Masa kamu lupa? Kau kan sahabat terbaik yang pernah aku punya”kata formu. Oke, mereka ngobrol bareng. Setiap hari. Formu Cuma ngliatin ula dari genteng sambil senyum-senyum kegirangan. Ula tau? Tentu tidak. Yang ia tau slama ini yang mendekatinya adalah brodo. Brodo yang awalnya ogah-ogahan, tanpa di sadarinya perasaan itu muncul tanpa di duga. Tidak jelas kapan datangnya. Tapi sulit untuk melupakannya. Entahlah apa itu cinta? Brodo tidak tau. Apalagi formu, ia hampir setiap hari tidak tidur karena saking senengnya ula membalas suratnya sambil bicara di depan rumahnya. Walau ia hanya melihat dari seonggok genteng. Sampai pada di suatu titik “brodo, kamu tembakin ula buat aku dong! Bilang kalau aku suka sama dia” kata formu. “APA? Kenape nggak elu sendiri aje? Masak kaya beginian juga minta sama gue?” kata brodo yang berpikir formu bener-bener kehilangan nalar buat berpikir. “kan kamu tau kalau aku malu.. kalau aku” belum sempat formu berbicara, brodo menyelanya “tapi nggak gitu juga.lu udah keterlaluan. Kalau sifatmu kaya gini terus, kamu sendiri juga yang akan rugi. Kamu pasti menyesal karena kamu gak bisa ngendalikan dirimu sendiri. Apa salahnya buat berani? Apa salahnya buat melakukan semua sendiri? Jangan jadikan ketakutanmu sbagai alasan buat menggantungkan diri sama orang lain. Mungkin hari ini dan besok kamu bakal nyesel nggak minta tolong ke gua. Tapi pasti di tahun-tahun berikutnya kamu bakal jauuh lebih menyesal karena minta tolong ke gua karena ini. Penyesalan itu akan mengendap selama bertahun tahun form!”jelas brodo mengingatkan dari hati kecilnya yang paling dalam walau udah kaya Mario Teduh motivator hebat itu. Walaupun sebenernya ia juga suka sama Ula, tapi ia nggak mau formu terluka karena centaahh semhaataah. “ayolah bro, skali ini aja! Aku janji ini yang terakhir” formu ngeyel. Oke, brodo nembakin ula, ula terima. Brodo cemas, formu udah seneng banget. Formu akan berani. Ia sudah bertekad. Ia turun dari genteng. Langsung luncat gitu aja berharap ula bakal nangkep kaya di senotron tivi yang labil. Tapi formu jatuh, sebelum ula sampe di depan rumahnya. “aduduhh... kapok deh kapok!” kata formu. “ula, kamu beneran nrima tembakannya kemarin?” jawab formu kegirangan. “iyaa” jawab ula sambil nggangguk senyum-malu-malu. “berarti sekarang kamu pacar aku dong? :3”jawab formu yang pengen meledak saking senengnya. “pacarmu?” kerut ula, kemudian ula menjawab lagi “ Ya, walaupun dulu aku suka sama kamu. Tapi kan aku capek nunggu tanpa kepastian. Lagian, Kan yang nembak brodo. Jadi aku jadiannya sama brodo dong. Gila aku seneng banget form!”. “Tapikan,akuu....”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sensitifitas Keyakinan

Sebenarnya saya abai dengan isu yang “sedikit sensitif” dan lebih memilih untuk membiarkannya mengalir saja tanpa mau tau bagaimana, namun akhir-akhir ini masalah berkembang begitu luas hingga rasanya tangan saya gatal untuk menulis. Jadi begini, bagi saya dengan dengan seseorang merasa paling benar atas apa yang dia lakukan adalah salah. Karena kebenaran adalah milik Allah. Titik. Pun tulisan saya ini belum tentu benar ataupun salah dalam artian yang sebenarnya. Hal itu sama sekali tidak membenarkan yang kanan maupun yang kiri. Tidak perlu melukai ataupun menyalahkan anggota tubuh yang lain. Saya tidak tau bagaimana hal seperti ini bermula. Masalah yang paling sensitif jika menyangkut tentang apa yang ada diyakini dalam hati. Karena setiap orang berbeda, begitu pula pemahaman setiap pribadi belum tentu sama. ‘momen’ yang saya sendiri tidak tau bahwa itu benar atau salah seperti dimanfaatkan untuk menggerakkan harga diri yang awalnya tulus namun dicampuri oleh kepentingan-...

KUNCI 3cm

Malam ini pengen nulis cerita yang singkat banget. Semoga. Malam ini aku melihat bintang, namun kualihkan pandanganku pada bulan karena lebih sangat menarik. Super Moon. Keren sekali. Sambil bergumam dengan tersenyum. NO! Bukan kayak formu! Aku tidak berbicara sendiri pada bulan. Tetangga bakal curiga dengan gosip aneh dan jadi artis dadakan jika aku melakukannya. Aku hanya bernyanyi sambil melihat tarian bintang (baca; kelap-kelip). Hembusan angin yang meniupkan aroma tanah basah karena hujan. Suasana yang sangat indah kan? Suatu saat aku akan rindu saat-saatku seperti ini. Tiba-tiba terdengar suara motor yang berhenti di depan rumahku. Suara motor yang aku kenal. Suara tertawa yang sepertinya aku pernah mendengarnya. Buk.. buk.. buk.. (baca; suara orang lari). Aku berlari setelah mendengar suara ketukan pintu. Saat aku membuka pintu. Deg.. deg.. deg.. (baca; suara debaran jantung :D). Pelan-pelan aku membukanya, pelan, pelan kaya film di selowmosyeeenn. .. dan seketika itu tubuh...

Puisi Seorang Amatir

Kamu Tidak perlu kematian untuk menunjukkan surga Di sampingku dengan menatapku. Kamu. Dalam perasaan terjauh yang aku jalani Rekah senyum yang seutas untuk bangkitku Kamu di sini. Bersamaku Untuk suatu hari, entah akankah pasti Yang ku tau putih atau hanya abu-abu dan rekaan semu Terbang menari bersamaku Ataupun sekedar menangis dalam air mata itu Aku suka. Suka saat kau bersamaku Memberiku cahaya untuk terang yang aku lewati Yang tak lagi sendiri karena kini kau tlah bersamaku. :’) 24 Nop. 12 20:11