Hari ini
adalah hari yang Alena tunggu. Hari dimana orang tua Alena mengabulkan
permintaannya untuk wisata malam. “ayah, nanti jadi kan?” tanya Alena kepada
ayahnya sambil menyalakan televisi. “iya deh iya, nanti jadi kok!” senyum ramah
ayah kepada Alena. “Yes! Makasih ya
yah....” jawab Alena dengan wajah sumringah. Alena sekeluarga pun mulai
memasuki mobil. Alena tidak sabar untuk segera menikmati wahana dan suasana di
wisata malam yang terkenal di kotanya itu.
Akhirnya, Alena dan
keluarganyapun sampai juga di depan loket wisata malam. Setelah membeli tiket, Alena
segera masuk dan “Waahhh.....” bisik Alena dalam hati. Akhirnya ia bisa kemari
setelah 1 bulan yang lalu merengek-rengek kepada ayahnya. Matanya berbinar
melihati setiap sudut wahana wisata malam yang tepat berada di depannya.
Kemudian ia menemukan satu wahana yang sangat ingin ia naiki. “KURSI
TERBANG!!”teriaknya tanpa sadar dengan tersenyum dan tanpa mempedulikan
orang-orang di sekitarnya yang kaget mendengar ia berteriak. Ia berlari ke
depan sambil melihat belakang ke arah keluarganya sambil melambaikan tangan.
Dan kemudian, BRUKK.... ia terjatuh karena menabrak laki-laki seumurannya yang
kemudian melototinya dengan geram. “maaf, maaf saya tidak sengaja!”kata Alena
sambil menunduk. Belum sempat laki-laki itu menjawab perkataan Alena, Alena
sudah berlari karena tidak sabar ingin menaiki kursi terbang sekaligus ia takut
orang tadi marah.
“Hei Kau!!!” teriak laki-laki itu
mencoba memanggil Alena, tapi Alena tidak menggubrisnya dan segera menaiki
kursi terbang dengan wajah sumringah. Ia mencoba semua permainan yang ada di
wisata malam. Mulai dari Jet Coaster, kemudian ia melihat Film 4 dimensi, Rumah
kaca dan masih banyak lagi. Kemudian ia menguji nyali dan pergi ke wisata Rumah
hantu. Alena sangat senang walau sebenarnya ia merasa sedikit aneh. Ia merasa
seperti ada yang mengikutinya. Setelah selesai melewati wahana rumah hantu,
tanpa sengaja ia melihat ke arah
belakang dan seperti ada bayangan hitam yang berlari. “itu apa sih?”
tanyanya dalam hati dengan sedikit merinding.
“ah, tau ah....” bisik Alena untuk menenangkan hatinya. Alena masih
dengan wajah sumringah karena puas menikmati wahana, berjalan ke arah toko yang
menjual Souvenier yang ada dalam wisata malam. “wah, ini bagus..” kata Alena
sambil mengambil gelang yang terukir dari kayu. “pak, saya beli yang ini ya!”
kata Alena sambil menyodorkan selembar uang ke penjual sambil tersenyum. Tanpa
sadar ia melihat ke arah laki-laki yang juga membeli souvenir yang sama. “hah,
orang itu... dia kan yang aku tabrak tadi” bisik Alena perlahan dalam hati
sambil melototi laki-laki di sampingnya itu. Merasa di pelototi,Laki-laki itu
pun berbalik memandangnya. “aduhh.. ganteng juga..”bisik Alena dalam hati
sambil memalingkan pandangannya dan bergegas pergi. Ia takut laki-laki itu
masih marah kepadanya.
Ia berjalan dan terus berjalan
sambil menikmati suasana yang begitu ramai perlahan lahan mulai mereda dan
sampai akhirnya menjadi hening. “lhoh, disini kok sepi ya?” katanya pada diri
sendiri. Tiba-tiba KRESEKKK SREKK seperti ada suara dari belakang. Dan TAP TAP TAP, ia mendengar suara langkah
kaki. Ia melihat ke arah belakang tapi tidak ada apa-apa. Hanya ada bayangan
hitam yang sangat cepat bergerak melintas. “itu apa sih? Kok ada lagi?” bisik Alena
dalam hati dangan sedikit mulai merinding. Ia melihat ke arah pohon di samping
semak-semak dan menemukan sesuatu. “Sepertinya aku tahu itu apa!” kata Alena
yang masih sempat-sempatnya tersenyum. Kemudian ia berlari ke arah pohon dan
berada tepat di belakang seseorang yang sedari tadi ternyata mengikutinya.
“eh, eh, kamu ngapain?” tanya Alena sambil menepuk-nepuk pundak
laki-laki itu. Laki-laki itupun melihat ke arah belakang dan kemudian “haaaaa,
kamu kok di sini? Perasaan tadi masih di situ deh!” jawab laki-laki itu dengan
kaget. “ iyaaa..” jawab Alena. Alena kemudian mengambil nafas dalam-dalam dan
kemudian berbicara dengan nada yang sedikit di tinggikan. “jadi dari tadi kamu
yang ngikutin aku? kenapa sih ngikutin aku? Apa untungnya coba? Aku nggak punya
uang! Aku tau aku memang cantik, tapi ya nggak usah di ikutin kayak gitu lah.
Atau kamu masih marah karena tadi aku tabrak? Aku kan tadi nggak sengaja, trus
aku juga sudah minta maaf. Kenapa masih di ikutin sih?” kata Alena dengan nafas
terengah-engah karena bicara panjang lebar tanpa berhenti.
“haduh mbak, udah
ngomongnya?” tanya laki-laki itu yang dari tadi melongo mendengar Alena
berbicara panjang. “aku ngikutin kamu, karena kamu tadi njatuhin sesuatu.” Kata
laki-laki tadi sambil mengeluarkan sesuatu dari sakunya. “Sapu tangan
ku!”teriak Alena. “aku tadi mau mengembalikan ini ke kamu! Aku udah nyoba
manggil, eh kamunya malah nggak peduli. Makanya dari tadi aku ngikutin kamu.
Mau aku samperin, tapi aku takut. Yaudah gitu deh!” jawabnya. “oh gitu,
maaf-maaf... terimakasih ya! Aku Alena, Kamu?” jawab Alena dengan tersenyum
sambil mengulurkan tangannya. Laki-laki itu hanya tersenyum sangat manis.
Komentar
Posting Komentar
silahkan curhatttt